Sekarang kulihat kekasih jiwaku, mutiara segala ciptaan, terbang ke langit bagaikan roh Mustafa; Matahari malu melihat wajahnya, di angkasa cuaca kelam kabut bagaikan hati; Cahayanya membuat air dan lumpur lebih terang daripada api. Kataku, “Mana tangganya untuk tempat naik, tunjukkan! Aku ingin juga terbang ke langit!” Ia menjawab, “Tangga tempatmu naik ialah kepalamu, sujudkan kepalamu di bawah telapak kakimu!” Apabila kau jejakkan kakimu di atas kepalamu, maka kakimu akan mengendarari bintang-bintang! Apabila kau ingin mengarung angkasa luas, angkatlah kakimu ke langit, mari naik! Di hadapanmu terbentang seratus jalan menuju langit, setiap subuh kau terbang tinggi ke langit seperti seuntai doa. Karya : Jalaluddin Rumi
Maafkan segala salah kata
BalasHapusMaafkan segala khilaf
Maafkan segala apapun yang ada
Semakin dekat kita
Semakin banyak salah yang ada
Semakin sering kita bercanda
Semakin banyak khilaf yang tercipta
Akang....
Maaf sedalam-dalamnya
Semoga, apa yang ada diantara kita selama ini
Selamanya akan ada....
kembali fitri...
BalasHapus... siapa sih sebenernya fitri itu??