Sekarang kulihat kekasih jiwaku, mutiara segala ciptaan, terbang ke langit bagaikan roh Mustafa; Matahari malu melihat wajahnya, di angkasa cuaca kelam kabut bagaikan hati; Cahayanya membuat air dan lumpur lebih terang daripada api. Kataku, “Mana tangganya untuk tempat naik, tunjukkan! Aku ingin juga terbang ke langit!” Ia menjawab, “Tangga tempatmu naik ialah kepalamu, sujudkan kepalamu di bawah telapak kakimu!” Apabila kau jejakkan kakimu di atas kepalamu, maka kakimu akan mengendarari bintang-bintang! Apabila kau ingin mengarung angkasa luas, angkatlah kakimu ke langit, mari naik! Di hadapanmu terbentang seratus jalan menuju langit, setiap subuh kau terbang tinggi ke langit seperti seuntai doa. Karya : Jalaluddin Rumi
alhamdulillah :) akhirnya sampai ciburial juga ya
BalasHapusiya....dapat kebaikan mudah-mudahan berbuah kebaikan juga..
BalasHapusWaw enakx....
BalasHapusDtempatQ blm hjn blaz, puanaz puoll...
priok cuma dapet mendung...
BalasHapusdisini dapat panasnya teruss... untung aja gak ada pemadaman listrik bergiliran....
BalasHapushiks...
BalasHapusKenapa bal?
BalasHapusmudah2an ga banjir...
BalasHapusAmin.
BalasHapus