Breaking News
Loading...
Senin, 03 Maret 2014

Jombang ternyata bisa dimakan

Senin, Maret 03, 2014
Saya baru tahu kalau jombang itu adalah nama sebuah tumbuhan. Ketika berkunjung ke Jendela Alam, saya lihat sebuah pot bertuliskan JOMBANG. Ternyata -lagi- tumbuhan ini banyak tumbuh di sekeliling rumah. Di selokan, tembok yang lembab. Luasnya penyebaran tumbuhan ini mungkin disebabkan karena dia memiliki bunga seperti dandelion, sehingga bisa terbang ke mana saya sesuai aliran angin.

Tumbuhan dengan nama latin Taraxacum officinale dengan nama lainnya adalah taraksakum (Jawa). NAMA ASING Pu gong ying (C), dandelion (I). NAMA SIMPLISIA Taraxaci Herba (herba jombang). Dari segi fisik memang ada kemiripan dengan tempuyung (onchus arvensis ) namun hanya mirip tapi tak sama.

Menurut situs Sentra Iptek manfaat jombang ini banyak sekali lho. Jombang rasanya manis, sedikit pahit, sifatnya dingin. Herba ini masuk meridian hati (liver) dan lambung, serta berkhasiat tonik pada liver dan darah. Selain itu, juga berkhasiat antibiotik, antiradang; menghilangkan bengkak, menghancurkan sumbatan, peluruh kencing (diuretik kuat), membersihkan panas dan racun, serta meningkatkan produksi empedu. Akar sedikit pahit, berkhasiat antitoksik, peluruh kencing (diuretik), pereda panas (antipiretik), penguat lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), melancarkan pengeluaran AS1 (laktagoga), laksatif ringan, dan menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik). 

Akar lebih berkhasiat jika digunakan setelah tumbuhan berumur 2 tahun. Khasiat antitoksik akar jombang membantu mekanisme kerja hati dan kandung empedu untuk mengeluarkan sisa metabolisme serta merangsang ginjal mengeluarkan racun melalui air kemih. Selain itu, jombang berperan dalam proses pembuangan racun yang terbentuk pada infeksi dan polusi. Kandungan polisakarida dari tumbuhan jombang dapat menghambat perkembangan sel kanker paru-paru manusia yang ditransplantasikan pada tikus dan menghambat perkembangan sarcoma. 

Herba jombang berkhasiat menghambat perkembangan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolyticus, dan Neisseria catarrhalis. Ekstrak alkohol herba jombang berkhasiat melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga) pada tikus. Melindungi kerusakan liver (hati) tikus yang diberi zat karsinogenik CCl4. Air rebusan jombang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengaktifkan makrofag, merangsang pembentukan limfosit, dan pembentukan antibodi. 

Daun jombang berkhasiat diuretik kuat. Namun, tidak menyebabkan kekurangan kalium karena tumbuhan ini mengandung cukup kalium (Journal Planta Medica, 1974). Akar jombang berkhasiat membersihkan hati, merangsang produksi cairan empedu, dan laksatif ringan (peneliti German, 1959).

(http://liberty-aries.blogspot.com)
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah herba dan akar segar maupun yang telah dikeringkan.

INDIKASI
Herba jombang digunakan untuk pengobatan :
- radang, seperti radang tenggorokan, radang mata merah (konjungtivitis), radang akut usus buntu (akut apendisitis), radang panggul, radang hati (hepatitis), radang kandung empedu (kolesistitis), serta radang dan abses payudara,
- infeksi dan batu saluran kencing, 
- gondongan (parotitis),
- diare, disentri,
- sakit maag (gastritis), tidak nafsu makan, 
- kencing manis (diabetes mellitus),
- tekanan darah tinggi (hipertensi), 
- kurang darah (anemia),
- kaki bengkak karena timbunan cairan, 
- keputihan (leukore),
- produksi air susu ibu (ASI) sedikit,
- bisul, koreng, borok yang dalam, gigitan ular, 
- cellulite,
- pembesaran prostat,
- meningkatkan pembuangan asam urat, 
- bercak hitam di muka (freckles),
- tumor pada sistem pencernaan (esofagus, lambung, usus, hati, dan pankreas),
- kanker (payudara, paru-paru, leher rahim/serviks, dan gusi), serta 
- leukemia granulositik kronik.

Akar digunakan untuk pengobatan :
- hepatitis, sakit kuning (jaundice),
- infeksi kandung empedu, mencegah timbulnya batu empedu, 
- memperbanyak ASI,
- buang air besar tidak lancar (sembelit),
- penyakit kulit, seperti jerawat, eksim, psoriasis, 
- rematik,termasuk osteoarthritis dan gout.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus atau tumbuk 15-30 g herba segar, lalu peras. Selanjutnya, minum air perasannya atau dapat digunakan untuk campuran resep. Khusus untuk mengobati kanker, tumor, atau penyakit berat, gunakan herba sebanyak 20 - 60 g. Cara lain, rebus 10 - 30 g akar, lalu air rebusannya diminum. Di beberapa negara, akar dikeringkan lalu digiling sampai halus. Ambil 1 - 2 sendok teh, lalu seduh dengan air panas. Jika diperlukan, tambahkan air perasan jeruk nipis untuk memperbaiki rasa.
Untuk pemakaian luar, giling herba segar atau akar sampai halus, kemudian bubuhkan ke tempat yang sakit, seperti payudara yang bengkak, bisul, dan luka bakar. Selain itu, daunnya pun dapat direbus, lalu gunakan airnya untuk mandi atau menguapkan wajah. Cara ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh dan memelihara kulit wajah dari flek dan jerawat. 

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Radang dan abses payudara
Cuci 60 g herba jombang segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus, lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh. Untuk pemakaian luar, cuci tumbuhan segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Bubuhkan pada payudara yang sakit. 

Radang kandung empedu
Cuci 30 g herba jombang segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

Kanker
Rebus 20-60 g herba jombang segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.

Keputihan akibat infeksi, kanker serviks, atau radang panggul 
Sediakan 30 g herba jombang segar (untuk kanker clan radang panggul sebanyak 60 g), lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, potong-potong dan rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas. Selain direbus, herba pun dapat ditumbuk sampai halus. Selanjutnya, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Radang kandung empedu disertai hepatitis
Cuci 30-60 g herba jombang segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi untuk 3 kali minum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.


(Kompasiana.com)
Kencing manis, tekanan darah tinggi
Cuci 30 g herba jombang segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.

Dari artikel kompasiana berjudul Tanaman Liar yang Cantik dan Bermanfaat malah disebut bahwa jombang bisa dijadikan sebagai panganan bergizi. FYI aja ya... saya sendiri belum pernah memakannya. Kalau ada yang mau nyoba memasaknya, ini resepnya: 

Resep makanan :
1) Salat Jombang dan Tahu (untuk 4 porsi)
Bahan :
1 Sendok makan biji bunga matahari, 1 Sendok makan kecap manis, 1 Sendok makan minyak sayur, 1 Sendok makan cuka, 4 buah tomat, 100 gram daun Jombang, 1 buah paprika, 50 gram Tahu, 1 Sendok makan air kaldu (maggie).
Cara membuat:
Daun Jombang, irisan tomat dan paprika disusun rapi diatas piring lebar. Sisa bahan dicampur untuk dijadikan saus salat. Tahu dan biji bunga matahari di goreng dengan sedikit minyak sayur sampai kecoklat-coklatan lalu masih panas ditaburkan diatas salat.
2) Salat Jombang a la Badischer (untuk 4 porsi)
Bahan :
200 gram daun Jombang, 1 Sendok makan bawang cincang, ½ Sendok makan minyak sayur, 1 Sendok makan kentang rebus, sedikit air kaldu, dan sedikit cuka.
Cara membuat:
Bawang cincang digoreng lalu masukkan air kaldu dan cuka menjadi saus setelah itu masukan kentang rebus sambil di tekan-tekan dengan garpu, setelah semuanya tercampur, masukan daun Jombang, aduk rata dan siap dihidangkan.

Sumber : http://www.iptek.net.id

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer